Twitter
YouTube
Facebook

Tidak habis kumakan

Konon waktu petinju legendaris kita Ellyas Pical berhasil merebut gelar juara dunia untuk pertama kalinya, sebagai anak yang berbakti kepada orang tuanya, ia langsung mengundang Mamanya datang dari Ambon nan manise ke kota Jakarta.
Lalu diadakanlah perjamuan makan di restoran dengan menghidangkan aneka makanan lezat.
Mama Eli yang baru pertama kali ke Jakarta dan menghadiri jamuan makan di restoran itu cukup terkesan, namun juga campur bingung…. maka untuk menutupi rasa bingungnya, beliau sebelum mengambil makanan melihat dulu kepada anaknya.
Apa saja yg diambil dan dimakan anaknya, ia juga ikut mengambil dan memakannya.
Sampai akhirnya hidangan terakhir selesai dihidangkan, Elly mengambil tusuk gigi, dan untuk menjaga kesopanan ia mengorek-2 sisa-2 makanan diantara selipan giginya sambil ditutupi dengan telapak tangan kirinya.
Mama Eli juga ikut-ikutan, meniru anaknya ….
akhirnya acara makan-2 selesai dan para tamu bersalam-salaman sambil permisi. Ketika promotor Boy Bolang menyalami Mama Eli, ia berbasa-basi menanyakan kesehatan Mama Eli dan juga bertanya :
“Bagaimana Mama…. apakah makanannya cocok ?”
“Wah enak sekali nak…. makanannya enak sekali dan cocok buat Mama…. ” kata Mama Eli. Namun dengan cepat ia segera menambahkan, “Cuma itu ya…. tadi makanan yang terakhir kok keras…. dan rasanya seperti kayu, Mama kurang suka itu….., maka Mama tidak makan habis kata Mama sambil memperlihatkan tusuk gigi yg tinggal separo ….”

Seng Tau

Parto (bukan nama sebenarnya) 19 tahun, yang lahir dari keluarga transmigran perintis di desa Aimas-Sorong, terpaksa memutuskan pergi merantu untuk cari kerjaan, berhubung sawah yang diandalkan oleh Bapaknya tidak menghasilkan panen untuk mencukupi hidup mereka sekeluarga.
Pergilah ia ke Ambon, menyusul pamannya yang lumayan sukses sebagai pembuat perahu di daerah pantai Ambon.
Seumur-umur baru ke luar dari desa Aimas, tercenganglah ia manakala dibawa oleh pamannya berjalan-jalan di kota Ambon. Kagum ia, dan muncul tekatnya untuk mencari kerja di kota Ambon ini.
Ketika lewat di depan sebuah super market yang besar dan rame, pingin sekali ia kerja ditempat itu, maka bertanyalah ia kepada pamannya
“Paklik… besar sekali toko ini…, siapakah yang punya ?”
“Seng Tau… ” jawab pamannya.
Lalu mereka lewat di sebuah bioskop yang megah.
“wah enak juga kalo kerja di bioskop, tiap hari bisa nonton film gratis” demikian pikir si Parto.
maka bertanyalah ia kepada pamannya,
“Paklik…Paklik…. wuah bioskopnya gede banget….. siapa yang punya Paklik ?”
“Wah… Seng Tau…” jawab si Paman.
“Wah… si Seng Tau nih kaya banget ya …”, pikir si Parto, “besok saya mesti cari dia buat minta kerjaan”
Akhirnya setelah makan di warung di dekat pasar, mereka berdua pulang. Saat itulah mereka berpapasan dengan iring-iringan mobil yang mengantar jenazah ke tempat pemakaman.
Terkesan dengan panjangnya iring-iringan dan banyaknya pengantar jenazah…, yang mati pasti orang terkenal pikir Parto, merasa ingin tahu kembali ia bertanya kepada pamannya…
“Paklik, banyak bener yang ngantar jenazahnya… siapa yang mati Paklik ?”
“Seng Tau…” , jawab si Paklik.
“Waduh…”, kata si Parto dengan kaget sambil berkata kepada pamannya “Baru saja saya mau minta tolong Paklik buat nyari si Seng Tau buat minta kerjaan. Eh dia udah mati duluan…”
Kontan aja si Pakliknya ngakak.
NB : Seng Tau (bhs Ambon) artinya Tidak tahu

Si Buta baca koran

Ini kisah tentang seorang buta dan si Amir yang baru ia temui di sebuah
taman. Mereka terlibat dalam suatu percakapan.Tak lama kemudian si orang
buta mengeluarkan sebuah koran dan membukanya. Si Amir heran dan bertanya :
” Mas, katanya buta, kok baca koran ? ”
Si orang buta, ” Enggak, cuma lihat-lihat gambar aja, kok .”

ABRI aja bisa pucet

Ada seorang Madura yang berjualan semangka dipinggir jalan, lalu datanglah seorang ibu yang hendak membeli semangka yang dijual Madura tadi.
Ibu : “Cak, berapa semangkanya ini satu ?”
Mdr : “Oh…, murah Buk, tiga ribu saja.”
Ibu : “Merah enggak Cak ?”
Mdr : “Dijamin pasti merah Buk. Kalo enggak merah nanti bisa dikembalikan.”
Lalu si Ibu akhirnya jadi membeli satu biji semangka, tetapi karena terburu-buru membawanya, semangka yang baru dibeli tadi akhirnya jatuh dan pecah, dan ternyata warna buahnya putih bukan merah seperti yang dibilang tadi. Si Ibu tadi kembali ke orang Madura untuk protes.
Ibu : “Lo… Cak, ini koq isinya putih, katanya tadi merah… Kalo begini saya kembalikan saja semangkanya !!! Mana duitnya tadi ..!!”(dengan nada marah).
Mdr : “Lho Buk, ABRI saja jatuh pucat, apalagi semangka.”

Dokter Gigi dan Pasiennya

Ada pasien datang ke dokter gigi. Bapak-bapak, mau dirawat giginya. Ketika di periksa, dokter gigi itu bilang “wah ini mesti di cabut”.
Terus bilang lagi “Biar nggak sakit di suntik dulu ya Pak”.
Lalu diambil suntikan dan obat biusnya di lemari.
Ketika balik, bapak itu udah siap-siap untuk di suntik. Dia buka celana-nya dan menyodorkan pantatnya …

Menanam Kentang di Kebon

Seorang napi mengetahui bahwa setiap surat yang dikirim untuknya & ia kirim ke luar pasti dibaca oleh sipir penjara. Suatu hari ia menerima surat dari istrinya,
“Sayang, kapan saatnya menanam kentang di kebun kita?”
Segera dikirimnya surat jawaban,
“Jangan sekali-kali menggali kebun kita karena di situ aku menyimpan senjata-senjata api.”
Tak lama kemudian sang isteri mengirim surat kembali,
“Sayang, beberapa polisi datang kemari & menggali setiap sudut kebun kita mencari senjata.”
Jawab si Napi lewat suratnya,
“Nah, karena kebon sudah dicangkuli, sekarang saat yang tepat untuk menanam kentang di kebun kita.”

Ogut kan Yahudi Oom …

Syahdan akhirnya dunia kiamat juga pada tahun 2010, ini semua disebabkan oleh perang yg tak henti-2 dan penggunaan bom nuklir yg menghancurkan planet bumi ini.
Radiasi nuklir itu berhasil juga menembus lapisan langit ketujuh, dimana maleakat berdiam diri. Akibatnya para malaekat jadi buta… meskipun nggak sampe ikut musnah seperti manusia. Termasuk diantaranya malaekat yang biasa mengadili orang-2 dan menentukan apakah orang tersebut masuk surga atau neraka.
Akibat para malaekat jadi buta, maka timbul masalah, bagaimana caranya menentukan orang masuk ke surga atau ke neraka tanpa melihat tampangnya.
Namun untung Tuhan Maha Adil. Karena ternyata orang-2 yang selama hidupnya jahat, suka maling, korupsi, memperkosa, dll sebelon mati rambutnya jadi pada gondrong… kaya hippies, sedangkan manusia yg hidupnya saleh dan banyak amal rambutnya jadi rontok seperti pendeta Shao Lin atau si Tyson.
Dengan demikian untuk menentukan apakah sesorang masuk surga atau neraka, malaekat tinggal meraba kepala orang tsb. Bila licin… maka masuk surga, kalo berambut… maka masuk neraka
Alkisah tokoh kita kali ini adalah bung Trebor Gedek yang selama hidupnya terkenal sebagai penjahat paling sadis, selain juga terkenal dengan maniak AC/DC , alias menghalalkan semua lobang , depan atawa belakang juga ok …
Trebor gedek baru menyadari situasi dan kondisinya pada saat ia sudah berada diantrian nomor 5… bahwa rambutnya gondrong, dan hanya yg kepalanya licin yg bisa masuk surga…
Tapi dasar si Trebor otak encer… sampai giliran dia, dia ketemu juga akal bulus buat mengelabui si malaekat. Pas sampe di depan malaekat… si Trebor segera plorotin celananya dan sorongin pantat dia ke depan malaekat… Malaekat lalu mengelus-2 pantat si Trebor… wah ternyata licin… berarti masuk surga… tapi tiba-2 tangannya menyentuh sesuatu yg aneh…
Lalu bertanyalah malaekat “kenapa kepala kamu… kok terbelah…”
jawab si Trebor, “iya OOm malaekat… dulu dilempar kapak jadi kepala ogut kebelah jadi dua”
Trus malaekat nanya lagi, “Lha ini yg panjang-2 apa nih… ?”
nggak habis akal, si Trebor nyahut lagi “Kan gue yahudi … Oom malaekat… jadi hidung gue panjang…”
“Ooo… gitu ya…” jawab si oom malaekat, “ya deh… masuk surga lu …”

Abis Nglembur Cuti dulu ah…..

Pagi-pagi di depan lift Otong hampir aja nabrak wanny, maka wanny bersungut-sungut
wanny : “Tong, lu kalo jalan jangan srudak-sruduk gitu dong !!”
Otong : “Sorry, Wan. Gue buru-buru mau ke toilet nih .”
wanny : “Gue denger lu abis nglembur ?”
Otong : “Iye…. bener …. gue abis nglembur… makanye gue mo buru-2 cuti…”
wanny : “lho… cuti nya kok ke toilet. Apa hubungannya ?”
Otong : “iye… nglembur kan dari Nglempengin Burung… jadi abis itu musti cuti…”
wanny : “CUTI… CUci…TI… sialan lu Tong… yang baca ngeres aje …”

Keluar …

Belajar komputer berarti pula harus belajar istilah-istilah baru, yang kadang-kadang kalo diterjemahkan atau dilihat terjemahannya di kamus akan jadi aneh, seperti memory, disk drive, floppy drive, dan lain-lain.
Akibatnya sering terjadi peristiwa-2 yang menggelikan pada saat mengajar komputer, terutama kepada para pemula.
Ini kisah nyata, kira-2 tahun 1988 pada saat IBM PC baru pada sampai tingkat AT, dan kejadiannya berhubungan dengan program Direct Access, yang membantu mengorganisasi program-2 dan direktori-2 di dalam hard disk menjadi menu-2 di layar.
Saat itu baru akan dimulai pelajaran Lotus 1-2-3 dan para murid sudah duduk dan siap-2 di depan PC masing-masing.
Sebagai permulaan saya memberi petunjuk kepada mereka agar masuk ke dalam program 1-2-3 dengan cara memilih pilihan Lotus 1-2-3 pada Menu yang ditampilkan Direc Access.
“Sudah ….?” tanya saya kepada mereka
“Sudah Pak……” jawab mereka
Tapi ada salah satu murid yang belum bisa masuk ke program, namanya Karpinus, dia angkat jari
“Maaf Pak…. saya belum bisa Pak…. di layar yang tampak cuma titik saja Pak……”
Lalu saya ingat kelas sebelum kelas ini adalah kelas dbase, jadi mungkin ada satu diantara peserta kelas sebelumnya yang lupa belum kembali ke menu utama….
Sambil menghapus papan tulis lalu saya menjawab
“O… tanda titik itu berarti itu masih di dbase, Kalau begitu kamu keluar dulu …”
Setelah saya selesai menghapus papan tulis, saya kembali bertanya
“Sudah siap ?”
“sudah Pak….” jawab murid-2
Tapi saya melihat kursi tempat Karpinus duduk kosong… jadi saya tanya
“Lho… kemana Karpinus ?”
“Di luar Pak….” jawab salah seorang murid
Lalu saya keluar ruang dan saya lihat Karpinus sedang bediri diam.
Saya tanya dia “Kenapa kamu berdiri disini ? ”
Jawab Karpinus “Lho… tadi kan Bapak suruh saya keluar dulu…, jadi saya keluar dulu”
Oala si Karpinus… maksud hati menyuruh dia keluar dari program dbase kok malah dia yang keluar ruangan.

Mana yang lebih kenceng

BU GURU : “Kalo jarum dan rambut dijatuhkan bersama-sama dalam ruang hampa mana yang jatuh duluan ?”
MURID : “sama-sama bu guru …”
BU GURU : “bagus…!”
TONO : “Kalo jarum dan rambut jatuh di lantai, mana yang lebih kenceng suaranya buguru ?”
BU GURU : “ya jarum dong TONO …”
TONO : “salah… Bu Guru, lebih kenceng rambut… Bu Guru”
BU GURU : “kenapa ?”
TONO : “kalo malam-2 ada rambut jatuh dilantai suaranya ‘Bheh….bhehhh…..’”
BUGURU : “kok gitu suaranya ?”
TONO : “iya BU Guru … habis rambutnya kan nyelip dibibir Papi …”

CopyRight 2011 - CeritaLucu.org