Twitter
YouTube
Facebook

Mati yang mengenaskan

Pada suatu hari, ada tiga orang antri untuk masuk ke surga. Tampaknya hari itu sedang lagi rame ramenya orang mengantri, seperti orang mengantri karcis bioskop aja (apalagi ngantri nonton Mission Imposibble). Saking ramenya, sang malaikat terpaksa berkata kepada orang banyak bahwa ia hanya memperbolehkan satu orang yang mengalami kematian yang sangat mengenaskan!

mulailah orang yg pertama memulai ceritanya:
“Begini… saya mencurigai istri saya ada main dengan lelaki lain, saya putuskan untuk pulang lebih awal hari itu ke apartemen saya yg ada di lantai 25 dan seperti yang saya duga, tampaknya ada yang tidak beres saat itu. mulailah saya berkeliling mencari si hidung belang. Akhirnya saya temukan sang hidung belang sedang bergelantungan di balkoni saya. saya marah dan memukul jari jari sang hidung belang. Saya ambil palu dan pukulkan ke tangan dia, akhirnya dia jatuh. ternyata dia bernasib baik, dia jatuh di rerumputan yang lebat dan selamat. Saya tidak tahan lagi, saya ambil lemari es dan lempar barang itu tepat di atas badan si hidung belang. sesudah itu saya terkena serangan jantung dan mati”. “emm.. hari yang sial rupanya..” angguk si malaikat dan mengijinakn orang itu masuk.

Orang kedua pun siap dengan ceritanya:
“Hari ini hari yg sangat aneh buat saya… saya tinggal di lantai 26 dan latihan pagi tiap harinya. nah, hari itu , entah gimana, saya terpeleset dan terjatuh dari apartemen saya. Tapi syukurlah, saya berhasil menggengam di balkoni yg lantai 25. untunglah selamat, tiba tiba ada seseorang muncul dan saya pikir saya akan diselamatkan , tetapi ini orang malah memukuli jari jari saya dan parahnya lagi dia mengambil palu dan menghancurkan jari jari saya.. kontan saya tidak tahan dan jatuh. Untungnya saya masih selamat karena saya jatuh di rerumputan lebat.. belon saya sempat mengambil nafas, ada benda putih besar melayang di atas saya dan .. emm.. saya tiba tiba ada disini… begitulah…
“mati yang mengenaskan… oke.. kamu boleh masuk” kata si malaikat
berlanjut ke orang ketiga.. si malaikat pun bertanya kepadanya, “apakah kematianmu cukup mengenaskan ? ”

orang ketiga memulai ceritanya : “begini, bayangkan ini, saya meringkuk…kedinginan… di lemari es… dan telanjang … dan … “

Adu kemampuan pedang

Dalam suatu perlombaan pedang tampillah tiga orang pendekar dari Makassar, Aceh dan Madura untuk saling tunjuk kebolehan. Disediakan beberapa ekor lalat untuk dijadikan sasaran senjata mereka.
Giliran pertama jatuh kependekar dari Makassar. Dicabutnya badik dan setelah pasang konsentrasi penuh ia beri isarat ke penjaga lalat untuk melepaskan lalatnya. Begitu lalat dilepas, disabetnya dengan senjatanya, dan.. sang lalat yang malang terbelah dua dan jatuh kebumi. Pendekar-pendekar lain yang menonton kelihayan ini serentak bersorak riuh memuji.
Giliran kedua majulah pendekar Aceh. Pembawaannya tenang menghanyutkan, tangannya tergantung lepas disamping badan, kakinya agak renggang membentuk kuda-kuda yang memungkinkannya bergerak cepat. Begitu lalat dilepas, berkelebatlah keluar dari sarangnya si bongkok dari Aceh, alias rencong, menuju koordinat sang lalat yang terbang lintang pukang. Penontonpun menahan napas, dan begitu gerakan sang pendekar Aceh berhenti, ternyata sang lalat sudah menempel, tertusuk diujung rencong. Riuh rendahlah sambutan para penonton yang menyaksikan kehebatan ini.
Giliran terakhir pendekar Madura. Dibukanya selubung senjatanya yang khas, clurit bulu ayam (dibuat dari baja asli, dinamakan bulu ayam karena bentuknya yang melengkung setengah penuh). Dimiringkannya badannya, sehingga juru pegang lalat ada disampingnya. Tangan kirinya lurus kesamping dengan telapak tangan menghadap keatas. Dia bilang, ini adalah jurus minta hujan dimusim kemarau. Tangan kanan yang memegang clurit tepat dihadapan selangkangannya, ujungnya siap meluncur kesamping, diarah lalat mau terbang.
Begitu lalat dilepas, sang pendekar menyabet kekanan, persis seperti polisi lalu lintas yang menyuruh mobil dari kiri supaya cepat jalannya, dikala lampu lalu lintas macet. Apa yang terjadi?
Lalat yang disabet ternyata terbang lebih cepat lagi, dan lari sampai nggak keliatan lagi titik hitamnya. Penontonpun bengong… Sunyi senyap, sampai sang pendekar dengan tenangnya berkata : “Bapak ibu sekalian, sengaja saya tidak membunuh lalat yang malang itu, kasihan dia masih lajang. Saya cuma sunat aja dia….”

Kalau Indonesia dijajah lagi

Banyak kesalahan atau kekurangan yang dialami bangsa kita yang dihubungkan dengan kondisi kita yang dulu dijajah oleh Belanda. Belanda kan bukan sebuah negara yang besar, tidak punya modal, tidak punya pemikir-pemikir ulung, jadi mereka tidak memberikan apa-apa kepada kita, malah merampok kita habis-habisan. Lain dengan India yang dijajah Inggris, atau Filipina yang dijajah Amerika. Negara-negara penjajah yang itu punya sesuatu yang diberikan kepada negara-negara yang dijajah, misalnya saja tentang sistim hukum yang lebih teratur, dsb.
Nah, lalu ada pemikiran gila supaya Inggris dan Amerika memberikan sesuatu kepada kita. Bagaimana caranya ? Kita nyatakan perang melawan Inggris dan Amerika ! Lho, kenapa begitu ? Logikanya kita kan kalah…jadi kita akan dijajah lagi oleh Amerikan dan Inggris. Masalahnya sekarang, bukannya kalau kita kalah. Masalahnya adalah, bagaimana kalau Indonesia yang menang ???

Kalau Indonesia dijajah lagi

Banyak kesalahan atau kekurangan yang dialami bangsa kita yang dihubungkan dengan kondisi kita yang dulu dijajah oleh Belanda. Belanda kan bukan sebuah negara yang besar, tidak punya modal, tidak punya pemikir-pemikir ulung, jadi mereka tidak memberikan apa-apa kepada kita, malah merampok kita habis-habisan. Lain dengan India yang dijajah Inggris, atau Filipina yang dijajah Amerika. Negara-negara penjajah yang itu punya sesuatu yang diberikan kepada negara-negara yang dijajah, misalnya saja tentang sistim hukum yang lebih teratur, dsb.
Nah, lalu ada pemikiran gila supaya Inggris dan Amerika memberikan sesuatu kepada kita. Bagaimana caranya ? Kita nyatakan perang melawan Inggris dan Amerika ! Lho, kenapa begitu ? Logikanya kita kan kalah…jadi kita akan dijajah lagi oleh Amerikan dan Inggris. Masalahnya sekarang, bukannya kalau kita kalah. Masalahnya adalah, bagaimana kalau Indonesia yang menang ???

Serobot lampu merah

Suatu ketika 3 orang sahabat sedang melakukan perjalanan keliling kota Jakarta ,sebut saja si A ( si Sopir ),si B,si C.
selang berapa lama mereka terjebak macet di sekitar Jatinegara … cukup lama mereka terjebak macet .
lepas dari kemacetan mereka langsung menuju ke arah Senen … lampu merah mereka dapati di perempatan Salemba … namun heran ternyata si A nggak perduli dengan lampu yang sudah menyala merah , dia panteng terus melintasi perempatan …, dari belakang si C ngingetin ” eh lu gimana khan lampu merah ?….” tapi si B menimpali …ah biarin aja si A kesel kali tadi kejebak macet…”,si A cuek aja mendengar gerutuan temennya.
Anehnya ternyata kejadian nyerobot Lampu merah nggak terjadi cuman sekali …, tapi berulang kali , sampai temennya ngeri , takut pas nyerobot terjadi tabrakan….
Sampai di Jl. Sudirman tiba – tiba si A mengerem mendadak mobilnya pas di perempatan Lampu Merah padahal saat itu Jalan kosong dan lampu menyala Hijau ….kontan si B dan si A ngedamprat si A … ‘Lu gimana sich bawa mobil mau bunuh kami …’
dengan santai si A menjawab ” Gue sich nggak takut ditilang atau diomelin orang … tapi yang gue takutin itu satu … Gue takut kalau gue jalan terus pas lampu hijau jangan – jangan Bokap gue lewat dari perempatan sana soalnya diperempatan sana khan lagi Merah…” gitu …

Dompet atau tlethong

Malam hari yang sepi, itu kan banyak orang jaga di pos kamling. Ada yang asik ngobrol,nyanyi-nyanyi,ada juga yang main kartu, ada juga yang ketiduran. Sewaktu teman-teman tahu ada yang ketiduran, satu persatu mereka beranjak pulang.
Gilanya yang ditinggal pulang nggak bangun-bangun. Nah dibagian ini yang paling asyik waktu dia bangun, kan udah pagi, mata kan rasanya sepet banget.
Dalam perjalanan pulang, dia dijalan melihat ya semacam hitam-hitam bentuknya sih kayak dompet(menurut dia). Dia deketin itu
“Ini dompet apa tlethong(tai sapi)ya?” sambil matanya berkedip-kedip(orang masih ngantuk)terus dia jalan lagi, penasaran lagi, dia deketin lagi itu si hitam. Dia pikir aahhhh,itu bukan tlethong, pasti dompet. Karena nggak percaya kembali lagi dia, langsung aja disautnya sihitam itu.
ketika diambilnyanya, dia berguman, “lha lak tenan …tlethong(tai sapi)”

Tusuk Gigi

Suatu hari, sang Nyonya Majikan super irit dan pembantunya yang sedang punya masalah dgn giginya berdialog begini:
Nyonya (sambil berkacakpinggang), “Hai, gimana kamu nih, tusuk gigi baru dibeliin sehari udah habis! emangnya kamu buang kemana?”
Pembantu (agak ketakutan), “Maaf Nyonya, tusuk giginya saya pakai, habis gigi saya berlubang, sering banyak yang nyangkut di gigi, maaf sekali lagi Nyonya, saya berjanji tidak akan menghabiskan tusuk gigi lagi.”
Seminggu kemudian terjadi lagi dialog antar keduanya,
Nyonya, “Nah ini baru pembantu yang baik, bahkan tusuk gigipun irit pakainya. Ngomong-2 gimana dgn gigimu? udah sembuh semua? nggak berlubang?”
Pembantu, “Tidak Nyonya, ini gigi tetep aja berlubang, abis sudah dari sononya begini.
Nyonya,”Lho jadi? kamu masih perlu tusuk gigi? pakai apa selama ini? koq tusuk gigi di meja masih keliatan utuh?”
Pembantu, “Ya tetap pakai tusuk gigi itu, Nyonya. Hanya setiap kali abis saya pakai, saya kembalikan lagi.”

KB cap Jempol

Salah seorang karyawan yang berasal dari Jawa Tengah mengeluh karena anaknya sudah sembilan orang. Punya anak lagi, kasian isteri; disamping usia pasangan ini sudah mendekati angka 50an. Soal KB masih awam, nggak ngerti .
Terjadi dialog antara si pegawai dengan dokter klinik.
Pgw.: “Pak dokter, saya mau ikut KB. Anak saya sudah sembhilan, kasian isteri…pak !”
Dtr.: “Oh… begitu toh pak. Jadi sampeyan nggak pengen punya anak lagi toh…”
Pgw.: “Njee… pak, tulung yo….”
Dkt.: “Baik… Ini ada beberapa cara. Yang ini (sambil memperlihatkan kemasan pil KB), Ibu ne.. tinggal minum”. Kalau yang ini, bapak yang pake (sambil memperlihatkan bungkus plastik kecil). Bapak pilih yang mana…?”
Pgw.: “Biar yang itu sajjaaa pak dokter… biar saya yang pake…kasian isteri kalau harus minum pil…”
Dkt.: “Baik… Ini plastiknya bapak buka dan dipakenya beghini…!(sambil menyarungkan karet KB kejempol kirinya memberi contoh). Kalo di pake ‘e beghini, bapak ibuk aman… Ibuk ‘e nggak bakalan hamil laghi…Ngerti toh… pak..”
Pgw.: “Njeee… pak dokter”..
Selang beberapa bulan, si pegawai kembali ke klinik dengan muka kesal karena ternyata isterinya hamil lagi.
Pgw.: “Pak dokter pie toh pak..isteri saya kok hamil laghi..? “Katanya nggak bakal hamil..”!
Dkt.: “Hamil lagi?… nggak mungkin…”
Pgw.: “Benner lho pak… ini bapak liat sendhiri.. (sambil menunjuk pada isterinya yang berdiri disamping).
Dkt.: “Lha… bapak pakainya gimana…?”
Pgw.: “Iyo.. sesuai petunjuk bapak!..Ini saya sarungkan ke jempol kiri saya, ya sudhahhh…!”
Dkt.: “Pak ‘e, nyarungnya jangan ke jari lho pak..! “

Cium dulu pantat gue

Seekor macan tutul bersedih. Ia kehilangan warna kulitnya yang indah itu.
Padahal bintang film holiwud pun suka dia punya motif. Apa boleh buat, aku harus cari seluruh pelosok dihutan ini, siapa yang curi warna kulitku.
“He gajah, siapa yang curi warna kulitku?” tanyanya ke gajah.
“Kuberitahu kau siapa, tapi, cium dulu pantatku” jawab gajah. Sang macan yang biasanya jadi raja hutan, terpaksa cium pantat gajah hanya untuk informasi yang sangat ia perlukan ini.
“Tul, yang tahu siapa pencuri warna kau itu adalah si musang! Tanya aja dia” kata gajah.
Si macan pun terpaksa cari musang. Waktu ketemu, ditanyanya si musang, “mas musang, siapa yang curi warnaku?”.
“Kuberi tahu kau siapa, tapi, cium dulu pantatku” jawab musang. Terpaksa sekali lagi, sang macan cium pantat musang, demi informasi yang amat penting ini.
“Tul, yang tahu siapa pencuri warna kau itu adalah si kancil! Tanya aja dia” ujar musang kemudian.
Terpaksa lagi si macan tutul mencari kancil. Demi informasi yang amat penting ini. Tapi, lagi-lagi untuk mendapat informasi yang berantai ini ia harus cium pantat si pemberi informasi. Setelah kancil, berturut-turut monyet, lantas landak, rusa, anoa, tapir, sapi, kambing, ayam, bebek, sampai akhir nya sampailah ia ke bongkibong.
Pengen tahu binatang apa bongkibong itu?
Cium dulu pantatku..

Guyonan Meduro

Ada anekdot bahwa orang Madura banyak yang takut pada Tentara. Suatu saat, di sebuah bis kota yang penumpangnya berjubel seseorang bertanya kepada salah satu penumpang yang badannya kekar dan berambut pendek :
“Maaf pak, apakah sampiyan Polisi ? ” (logat Madura)
“Bukan !”
“Apakah sampiyan Angkatan Darat ?”
“Bukan !”
“Angkatan Laut atau Angkatan Udara ya ??”
“Bukaaan…!”
“Kalau begitu jancuk sampiyan !”
“Lho kenapa ?”
“Ini sampiyan nginjak kaki saya “.

CopyRight 2011 - CeritaLucu.org