Twitter
YouTube
Facebook

Beli Nasi Tidak Dihitung.

Suatu hari Ari dan Adi sedang berbincang-bincang :

Ari : “Di,tau nggak,di restoran sana,beli nasi nggak dihitung.”

Adi : “Ah,masak? Ntar rugi tu restoran.”

Ari : “Nggak rugi tuh,kalau nasi diitung,ntar lama…”

Adi : “???!!!!!??”

Pemancing Ikan Berubah Profesi.

Ada seorang pemancing ikan, pada waktu itu ikan di dekat rumahnya sudah banyak yang mati, dan dalam waktu yang bersamaan ada sebuah klub yang baru berdiri namanya Fathal Fc, mumpung dia nggak ada pekerjaan di rumah mendingan masuk klub sepak bola.

Pada waktu seleksi dia bermain cukup baik lalu dia lolos seleksi dan masuk tim inti, dia berposisi sebagai gelandang serang.

Pada suatu hari ada pertandingan antara Fathal Vs Brutal Fc, peluit di bunyikan lalu dia mendapat bola, pelatih menginstruksikan dari jauh bahwa bola itu harus di umpan Umpan…!!!.

Pada saat itu naluri seorang pemancing pun keluar, lalu dia pergi mengambil pemancingan.

Pelatih : “Heiii… mau pergi kemana kamu!!!”

Pemancing : “Mau ambil pancing pak, katanya suruh umpan bolanya pak..”

Pelatih : “!!!???!!!!”

Ingat Dimana Sepatu Hilang.

Seorang bapak kehilangan sepatu baru nya, dia lupa hilang dimana semalam.Dan dia ingin mencari ganti sepatunya di masjid,dan saat dia akan mengambil sepatu sasarannya.

Dia mendengar Ustad berkata dalam pengajian kultum sebagai berikut: “Jauhi dan hindari zina”.

Si Bapak tidak jadi mengambil sepatu,dan dia langsung masuk menemui si Ustad.

Bapak: “Terima kasih pada Pak Ustad, telah membuat saya sadar dari perbuatan jahat yaitu niat mencuri.”

Ustad: “Syukurlah Pak,hal apa yang membuat Bapak sadar…?”

Bapak: “Tadi kan Pak Ustad bilang jauhi dan hindari perbuatan zina.”

Ustad: “Iya betul,lalu….?”

Bapak: “Dan saya jadi ingat dimana saya kehilangan, sepatu baru saya tadi malam.”

Proyek Pembangunan Jembatan Sirathol Mustaqim.

Si Udin adalah seorang pengusaha terkenal di kotanya. Usahanya di bidang pembuatan jembatan penyeberangan, sehingga semua orang tahu si Udin ahli dalam bidang itu.

Pada suatu hari, dikantornya si Udin tertidur karena saking lelahnya,maklum deh dalam bekerja si Udin nggak ingat waktu.

Dalam tidurnya si Udin mimpi didatangi teman akrabnya yang sudah meninggal karena kecelakaan dalam pembuatan jembatan, namanya si Mamat.

Mamat: “Din,mau nggak kamu saya kasih proyek besar ?”

Udin : “Mat,mana pernah sih gue nolak pekerjaan apalagi ini proyek besar.”

Mamat: “Gue lagi cari orang buat bikin jembatan, pokoknya kalau berhasil kamu akan dapat keuntungan yang tidak bisa di ukur dengan uang.”

Udin : “Udeh deh jangan banyak omong,kasih tau saya kapan dan di mana tempatnya ?”

Mamat: “Tapi janji dulu,kalau kamu berhasil buat jembatan itu tolong ajak saya nyebrang sampai selamat ke ujung jembatan itu.”

Udin : “Ah..cuma gitu doang aja kok repot.”

Mamat: “Mat,nih gue kasih tau deh waktu dan tempatnya. namanya juga jembatan sirathol mustaqim, kamu harus meninggal dulu supaya ketemu gue di sini.”

Udin : “…???!!!!”(Gue lupa, si Mamatkan udeh meninggal…)

Penjual Kupat Tahu Tanpa Lengan.

Seorang pegawai baru bertanya pada rekanannya sesaat sebelum jam makan siang pada hari pertamanya.

Pegawai Baru : “Eh, apakah ada tempat makan yang murah, tapi enak di sekitar sini ?”

Senior : “Wah, kalau saya biasa makan di restoran Italia di seberang sana.”

Pegawai Baru : “Apa tidak ada yang lain ? Terlalu mahal kalau di sana.”

Senior : “Ada warung kupat tahu pinggir jalan dekat-dekat sini, makanannya enak, murah sekali. Tapi yang jualnya laki-laki dan tidak punya lengan satu pun.”

Pegawai Baru : “Wah, hebat sekali….tapi bagaimana cara ia menghaluskan bumbunya bila ia tidak memiliki lengan sehingga tidak bisa mengulek ? Apa dia pakai kaki ? Jijik dong…. ”

Senior : “Yah maka dari itu saya sebutkan, dia itu ‘laki-laki’ !”

Ponari Dukun Legendaris.

Pagi-pagi buta, ribuan pasien sudah mengantri untuk berobat ke ponari.

Sudah hampir tiga jam mereka menunggu,tapi ponari tak kunjung keluar.

Akhirnya pintu rumahnya terbuka juga, tapi yang keluar bukan Ponari, melainkan Mpok Nari.

????!!!!???

Mati Disruduk Banteng.

Bang Oma pergi ke sebuah bar di Madrid, tak jauh dari sebuah arena adu banteng. Di dalam bar, dia melihat seluruh dinding penuh dihiasi kepala banteng yang mati.

Begitu terkesimanya Bang Oma melihat semua itu, sehingga ketika pelayan datang membawakan minumannya dia berkomentar,

Bang Oma :”Wuah, wuah. Kepala banteng ini luar biasa besar. Mereka sudah mirip kepala anak gajah!”

Si pelayan meletakkan minumannya di meja, lalu dengan takzim menunjuk ke sebuah kepala yang terbesar.

Si Pelayan :”Dialah yang membunuh kakek saya.”

Bang Oma :”Di arena adu banteng juga?”

Si Pelayan :” Bukan. Banteng itu tergelincir ketika diturunkan dari truk, dan kakek saya kebetulan sedang duduk pada trotoar di belakang truk itu.”

Bakwan Saja Sudah Lengkap.

Di suatu rumah kost terjadi percakapan sebagai berikut :

andi : “To, bahan makan kita habis.. gimana nich?”

anto : “Iya , gimana ya.. aku nggak ada uang.”

andi : “Bahan apa yang udah habis,,?”

anto : “Banyak.. ada tepung, minyak goreng, cabe, kool..!”

andi : “Gini aja , aku ada akal..”

anto : “Gimana di..!”

andi : “Bagaimana kalau kita beli bakwan..!”

anto : “Kenapa dengan bakwan…!”

andi : “Kan.. bakwan sudah lengkap..! ada semua bahannya..”

anto : “Haa…ax$ %% *&@2.”

Universitas Paling Terkenal.

Ketika aku mengantarkan anakku mengunjungi sebuah universitas tertua di negaraku, mahasiswa yang menjadi “guide” kami dalam kunjungan tersebut menjelaskan bahwa universitasnya itu adalah universitas terbaik di dunia dan walaupun sudah tua fasilitas di dalamnya sangat canggih juga modern.

Dia mengatakan bahwa semua dosen yang mengajar adalah dosen-dosen terbaik di dunia dan dia menyarankan agar anakku mendaftarkan diri secepat mungkin agar tidak kehabisan formulir pendaftaran.

“Saking bagusnya kualitas universitas ini,” katanya menjelaskan, “sampai-sampai pendaftarnya sanggaaatt banyak dan mungkin sebentar lagi formulir pendaftarannya akan habis.”

Setelah puas berkeliling melihat-lihat keadaan universitas itu aku bertanya pada “guide” kami tersebut, “Kenapa kamu suka sekali dan memilih untuk kuliah disini?”

“Oh,” jawab mahasiswa itu, “pacar saya kuliah di sini sih!”

Memesan Nasi Doang.

Suatu ketika seorang bapak dari Medan datang ke jakarta. Ia masuk ke rumah makan dan seorang pelayan menyodorkan menu makanan kepadanya. Bapak ini melihat, ada Nasi Rames, Nasi Goreng, Nasi Kuning, dan Nasi Doang.

Bapak ini berpikir sejenak dan ia memutuskan memesan Nasi Doang, Karena ia belum pernah merasakan yang namanya Nasi Doang. Pelayan mengantarkan nasi kepada si Bapak. Lama ia menunggu, kok lauknya tidak kunjung datang? Ia memnggil pelayan dan bertanya mana lauknya?

Pelayan pun menjawab , “Bapak kan cuma memesan nasi.”

“Siapa bilang ? Aku kan sudah bilang aku memesan Nasi Doang. Doangnya mana?

CopyRight 2011 - CeritaLucu.org