Situs Humor Untuk Dewasa
Waktu itu gw dari Menteng menuju Pondok Labu..Naik P20 turun Di Cilandak Naik 61 menuju Pondok Labu.
Penumpang Angkot yang gw Naikin hanya beberapa Orang,..didepan anak-anak berdua dan di belakang hanya 1 orang Ibu Muda.
Terus gw duduk di Belakang.,gw liat dari spion tengah wajah sopir sedikit tidak enak..,ngomel -ngomel sendiri kagak jelas dah.,ngebut-ngebut juga gak jelas,terus gw pikir mungkin setoran nya belum nyampe kali..
Setelah tiba di depan Mall Cilandak anak-anak yg di didepan tadi turun.,lalu memberikan uang kertas 2 Ribu yang di lipat terus dia langsung balik kanan.
Ehhh tiba-tiba Sopir angkot Malah klakson manggil tuh anak-anak berdua.
Sopir angkot : “Ehh lu kasih berapa nih..tambah..masak lu kasih 2 ribu seribu lagi mana..???”,katanya dengan wajah yang seram.
Salah seorang anak tadi bilang : “Gak ada lagi bang, benar..” anak tadi mengeluarkan isi kantongnya yang kosong.”
Sopir angkot : “Eh Tambah gak,,masak bayar segini,udah murah nih..,kamu jangan bohong..??”
Salah seorang anak tadi bilang : “Benar bang gak ada…”
Sopir Angkot : “Ah kamu Pasti Bohong,,Ayo ngaku,,tambah gak…”,dengan wajah yang aneh.
Salah seorang anak tadi bilang : “Aduh bang benaran gak ada..,,sumpah bang..”
Sopir Angkot : “Dasar Tukang Bohong..,gak mau nambah seribu lagi,kan ongkos nya udah murah juga”
Dia berangkat sambil ngegas mobil nya angguk-angguk itu karena kesal..gw jadi ngakak liat tinggah tu Sopir berdebat sama anak-anak gara-gara duit seribu..lama lagi..hihihih
Pada suatu hari sepulang (PKL) saya dan teman naik metromini,saya dan teman saya mengambil posisi duduk di bangku paling belakang,waktu saya dan teman saya naik kebetulan ada seorang pengamen yg sedang menyanyikan sebuah lagu,sementara saya dan teman saya sedang asyik mengobrol,tiba-tiba….
A : “Kecrek2 (suara koin) maaf neng?”
Saya : “Maaf aja bang..” (tanpa melihat orangnya,soalnya obrolannya lg seru)
A : “Maaf neng!?” (sekali lagi)
Saya : “Duh kan saya dah bilang maaf bang” (masih blm perhatiin si abang)
A : “Maaf neng,saya bukan pengamen saya kernet neng mana ongkosnya,pengamennya dah turun dari tadi…..”
Saya : “Maaf bang?#!” (sambil cengar-cengir)
Duh,saya dan teman saya jadi malu mana disebelah kami ada mahasiswa keren lagi…tengsin abis.
Ini peristiwa yang terjadi di Airport Minangkabau- Padang diwaktu kami (bertiga dengan teman) balik dari Padang ke Jakarta pada musim kampanye yang lalu.
Setelah check in dan bayar airport tax, kami ikut antri untuk pemeriksaan airport tax. Diurutan paling depan adalah keluarga menteri ( yang kukenal Bpk FI dan mantunya) dengan seragam Jk-Wiranto,kami tepat dibelakang mereka dan sekitar 15 orang di belakng kami.
Sesaat sebelum kami dapat giliran pemeriksaan airpot tax, datanglah serombongan calon penumpang dengan seragam yang sama menyelonong ke depan tanpa peduli pada antrian yang ada.
Kami tidak terima dan serentak kami berteriakan ” lebih cepat lebih baik!”. Tanpa rasa salah, sambil mengepal tangan ke atas dengan penuh semangat mereka menyahut dengan teriakan yang sama; “lebih cepat lebih baik!”.
Dengan tidak kalah semangatpun kami serentak menjawab ” lebih cepat lebih baik, tidak perlu antri!!”
Rombongan tersebut diam tertunduk malu. Mereka memang lebih cepat sampai di Jakarta karena di pesawat, kursi mereka paling depan.
Pada siang itu ibuku memetik Lidah buaya untuk dijadikan obat panas dalam, Pelepah lidah buaya di kupas dan dipotong kotak-kotak setelah itu direndam di air hangat biar rsa anyirnya hilang.
Kemudian dimasukan kedalam kulkas. pada sore harinya lidah buaya tersebut di berikan ke adik saya tapi dicampur dengan madu biar rasa pahitnya hilang.
Malam harinya sepupu saya yang konyol berniat mau makan malam..tapi dia membuka kulkas dulu dan melihat ada agar-agar segar di mangkuk…di makan dengan lahapnya sambil berkata “kok agar-agar pahit banget sih, agar-agar apaan nih.”
Setelah habis, dia bertanya sama saya, mas..mas itu agar-agar yang dikulkas kok pahit ya…? lalu saya jawab, dasar OOn itu lidah buaya, makan nya pakai madu…..wkwakakakhaahaaa
Suatu hari aku sekeluarga (aku bokap-nyokap dan nenek) pergi membesuk tante di suatu RS yang terletak di Surabaya.
Karena aku suka duduk didepan, aku duduk didepan sedangkan belakangku nenekku.
Aku : “Nek…. nenek pake parfum ya kok wangi banget?”
Nenek : “Iya..emang bau wangi yah?!”
Setelah selesai membesuk, di perjalanan pulang aku mencium bau parfum nenek lagi
Aku : “Nenek ni banyak banget pakai parfumnya ?!”
Nenek : “Owgh..Masih bau ta?”
Aku : “Iya…(sambil menengok kekiri)
Nenek : (Diam saja sambil membau bajunya )
Aku : “Oh ….. ternyata bau parfumnya mobil…Nenek pakai parfum mobil ya!!, pantesan wangi bgd …. ?!”
nenek : “he he he he Iya….”
Aku : “#%$@#$@!!!”
Waktu saya SD,saya punya teman bernama Delvin.
Kami ada janjian ke kantin sama-sama hari senin,tapi malah ditunda.
Hari rabu kami baru ke kantin sama-sama.waktu kami jalan.
Dia malah pura-pura menjadi orang buta.
“Del,nanti celaka kalau jadi orang buta seperti itu”,kata ku
“Ndak apa-apa kok dif”,jawabnya.
Tiba-tiba braaaaak……….Suara orang terantuk meja.
Aku pun langsung melihatnya.Rupanya perut delvin terantuk meja makan.
“Itu lah….makanya kalau punya mata liat dong!”
Kami pun tertawa bersama-sama
Di pagi hari yang cerah ini kami merencanakan akan pergi ke jogja.sampailah kami ke PARANGTRITIS (Jogja).
Memang udara di daratan rendah panas dan silau,karena perihal tersebut,semua anggota yang ada pakai kacamata.karena teman kami JAIL sebut saja AKANG.ia pura pura jadi pengemis berkacamata dengan mimik muka kelaparan.
Seorang ibu-ibu berhati murni berniat memberi sedikit uangnya. seorang pria dengan tubuh kekar melihat ibu-ibu tadi memberi uang.ibu-ibu itu tak sadar kalau si AKANG hanya berpura pura.
Kami melihat dan menahan ketawa.datanglah pria dengan tubuh kekar dan langsung berkata”MASA PENGEMIS BAJUNYA PUTIH BERSIH,KACAMATA MAHAL,CELANA JEANS,SENDAL ADIDAS!”
akirnya AKANG malu. kami pun tak kuat menahan ketawa. “MAAF BILA ADA YANG MENYINGGUNG ANDA”
Mahrul pemuda Aceh yang sedang Liburan ke Medan bersama teman-teman kantornya.
Hari Itu Mereka ingin jalan-jalan ke Mal, lalu ia mengajak dua orang temannya Rudi dan Sofyan. mereka pergi menggunakan angkutan umum.
Saat masuk angkutan Umum mereka melihat ada seorang gadis, dua orang ibu-ibu, seorang bapak-bapak, maklum orang bilang Medan lebih keras Istilah orang Aceh “Rencong Kanan Kiri dompet bisa hilang” makanya mereka sangat selektif dan extra waspada. Rudi yang mempunyai sifat Cinta terpendam dari awal hanya memperhatikan gadis yang duduk sendiri itu.
Sedangkan Sofyan sibuk melihat-lihat gedung-gedung tinggi maklum baru sekali ke Medan, sedangkan mahrul dari awal masuk angkutan umum tersebut hanya melihat bapak yang sendiri itu dengan sangat seksama, akhirnya Sofyan dan Rudi juga ikut melihat bapak itu dan juga merasa terheran-heran.
Pasalnya dari awal bapak tersebut terlihat asyik ngupil dengan jari telunjuknya, yang membuat heran seluruh jari telunjuknya masuk ke lubang hidung. sehingga Marul, Sofyan dan Rudi berbisik-bisik satu sama lain.
Mahrul : ” Waduh mustahil kok bisa ya…jarinya masuk semuanya..!!”
Sofyan : ” Wah itu lobang hidungnya lebih gede dari lobang pipa sumur… ”
Rudi : ” Bapak tu punya tenaga dalam..”
Tanpa sadar rupanya bukan hanya mereka bertiga tapi seluruh penumpang juga melihat bapak itu dan tingkah anehnya,sambil berbisik-bisik,sehingga membuat bapak itu sadar dan malu…
Seluruh penumpang yang dari tadi penasaran sangat terkejut ketika bapak itu menarik jari telunjuknya karena malu…
Rupanya jari telunjuk Bapak itu buntung dan ukurannya pun kecil. lalu seluruh penumpang ngak bisa menahan diri tertawa terbahak-bahak, dengan tersipu malu bapak itu turun dari angkutan umum.
Pagi ini gue buru-buru untuk sampai dikampus..,karena sudah janji ngumpul sama teman-teman jam 7.
Karena hari ini ada pameran di Istora Senayan,dan kami ada salah satu peserta untuk mengisi acara tersebut.
Sampai dikampus yang lain sudah pada datang.
Enda : “Rom,kita belum beli air ni buat disana..,”
Gue : “Ya udah beli A*UA gelas aja satu dus..”
Enda : “Tapi lu yang beli yap…”
Gue : “Iya..iya..iya…sini kunci motor lu…masak gue bawa A*ua satu dus..
Tanpa pikir panjang gue langsung menuju ke parkiran motor dibelakang kampus. Gue ingat ciri-ciri motor nya Si Enda, yaitu peleg bintang warna putih,Supra X tanpa kap disamping kiri dan kanannya.
Kunci motor di colok kekontak dan distarter….brummm….brummmm..brummm…. Motor pun nyala…langsung gue menuju kedepan.
Gue : “Nda, Helm lu baru nih..,Full Face nih..,,(belum selesai Enda jawab guedah nanya lagi) “Tapi ni gimana buka Jok nya nih..,,lu kok taruh jaket dijepit di Jok sih..,”
Enda : “Eh…Rom Ni mah bukan motor gue..,motor gue tuh didepan…(Enda menunjuk ke depan kampus)
Gue melihat ke arah depan dan benar motor Enda yang sering gue pakai ada disana motornya sama persis.
Gue : “Lah ni motor sapa nih..,,gue kira motor lu.”
Enda : “Mana gue tau..hmmm hmmmm..kok kunci nya masuk yap…?? wah berbakat lu jadi Curanmor.”
Gue : “Ah sial lu….,lu kagak ngomong sih taruh motor di depan…gue kira motor lu di Parkiran.”
Anak-anak pada ngetawain gue. pakai ngakak lagi… Gue langsung pulangin tu motor dan liat kiri kanan,takut yang punya liat..,kok gue bisa bawa motor nya dia..
Aku dan temenku sedang jalan-jalan ke sebuah mall terkemuka didaerahku. Secara otomatis kalo jalan-jalan ya mesti bawa uang.
Tapi kami bawa tidak seberapa karena niat kami cuma jalan-jalan. Waktu kami memasuki sebuah toko yang pakaiannya lumayan bagus-bagus, kami bersamaan dengan ibu-ibu muda yang tajir-tajir.
Kami pilah pilih tu pakaian. Tak taunya ibu-ibu itu juga bersamaan dengan kami. Pilih disini ketemu, pilih disana ketemu, akhirnya ibu-ibu itu menggertak kami,kami jangan mengikutinya.
Kamipun menjauh dari nereka. Pas ketemu didepan kasir, kami berada dibelakang ibu-ibu tadi. Tanpa kami kira dan kami duga, ibu-ibu itu salah satunya kehilangan dompetnya.
Tanpa ba bi bu lagi ibu-ibu itu menuduh pada kami. Pikirnya kami yang dari tadi mengikutinya terus. Ibu yang lainnya menyuruhnya untuk Tanya dapa orang yang dirumah, mungkin ketinggalan. Tapi dasar ibu2 tajir, ngotot menuduh kami yang ambil.
Di dalm mall itu kami dimaki – maki habis – habisan. Tenang saja karena kami memang gak ambil. Kami hampir dilaporkan sama polisi yang tidak jauh dari mall itu.
Pak satpam pun ikut membantu. Tiba-tiba datanglah seorang bapak menghampiri kami. Dia suami ibu yang tadi menuduh kami. Dia mengatakn kalo dompet ibu itu terbawa oleh bapak itu.
Aku dan temanku merasa lega bgt. Ibu itupun meminta maaf. Karena aku tahu ibu itu tajir, maka aku ajukan sarat padanya. Aku dan temanku minta ganti rugi sebesar Rp. 5.000.000 tadi sudah dimaki – maki.
Ibu itu menyetujuinya. Dibukanya dompetnya, lalu dihitungnya uang sebanyak 5 juta. Merasa akan menerima uang, langsung saja tanganku mengadahkan tanganku hendak menerima, tiba – tiba tanganku dipukul sama ibuku. “ BANGUN !!!!!!, SUDAH SIANG!!!!!!, BRANGKAT SEKOLAH !!!!!!
