Twitter
YouTube
Facebook

Archive for the ‘Cerita lucu Sufi’ Category


Mulai Kursus Musik.

Pada suatu hari Nasrudin mendengar ada seorang muda yang bisa bermain musik dengan amat bagus. Ia pun tertarik untuk belajar musik. Keesokan harinya, ia pergi ke kota dan menemui guru musik kenamaan. “Tuan, saya ingin belajar musik, berapa bayarannya?” Guru itu sejenak melihat wajahnya, sebelum akhirnya menjawab, “Murid-muridku membayar tiga dirham untuk bulan pertama, dan [...]

Read More...

Belum Pernah Melihat Orang Tolol.

Nasrudin membawa serantang makanan dari pasar. Karena kurang hati-hati, rantang itu jatuh dan isinya tumpah berantakan. Segara saja datang orang-orang berkerumun. “Hai para tolol,” teriak Nasrudin sambil memungut rantang-rantangnya, “Apa kalian belum pernah melihat orang tolol?”

Read More...

Nasib itu Tidak Bisa Dinalar Dengan Logika.

Nasrudin sedang berjalan-jalan dengan santai, ketika tanpa permisi ada orang jatuh dari atap rumah dan menimpanya. Orang yang terjatuh itu tidak terluka sama sekali, tetapi Nasrudin yang tertimpa malah menderita cedera leher. Ia pun diangkut ke rumah sakit. Para tetangganya datang menjenguknya, mereka bertanya, “Hikmah apa yang didapat dari peristiwa itu, Nasrudin?” “Jangan percaya lagi [...]

Read More...

Nyebarin Roti Biar Macan Gak Datang.

Nasrudin lagi sibuk nyebarin serpihan serpihan roti di sekeliling rumahnya. “Eh, lagi ngapain loe?” tanya seseorang “Oh, ini biar macan pada gak datang ke mari.” “Lho, tapi kan gak ada macan di daerah sini.” “Tuh kan. Gue bilang juga ape.. beneran berhasil, kan?”

Read More...

Bangun Lebih Pagi Setiap Hari.

“Nasrudin, anakku, biasakanlah bangun pagi setiap hari.” “Kenapa, ayah?” “Itu kebiasaan bagus. Dulu ayah pernah bangun pas dini hari trus keluar jalan jalan. Dan ayah nemu sekantong emas.” “Bagaimana ayah tahu itu bukan punya orang yang kehilangan malam sebelumnya?” “Oh, itu bukan point nya. Walau bagaimanapun juga kantong itu tidak ada disitu malam sebelumnya. Ayah [...]

Read More...

Orang yang Memiliki Mimpi Terindah.

Nasruddin mengenakan jubah sufinya dan memutuskan untuk melakukan sebuah pengembaraan suci. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan seorang yogi dan seorang pendeta. Mereka bertiga sepakat membentuk tim. Ketika sampai di sebuah perkampungan, kedua teman seperjalanan meminta Nasruddin untuk mencari dana, sementara mereka berdua berdakwah. Nasruddin berhasil mengumpulkan uang yang kemudian dibelanjakannya untuk halwa. Nasruddin menyarankan [...]

Read More...

Dibawa Sekalian Saja.

Nasruddin pernah bekerja pada seorang yang sangat kaya, tetapi seperti biasanya ia mendapatkan kesulitan dalam pekerjaannya. Pada suatu hari orang kaya itu memanggilnya, katanya, “Nashruddin kemarilah kau. Kau ini baik, tetapi lamban sekali. Kau ini tidak pernah mengerjakan satu pekerjaan selesai sekaligus. Kalau kau kusuruh beli tiga butir telur, kau tidak membelinya sekaligus. Kau pergi [...]

Read More...

Nasrudin dan Tiga Orang Bijak.

Pada suatu hari ada tiga orang bijak yang pergi berkeliling negeri untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang mendesak. Sampailah mereka pada suatu hari di desa Nasrudin. Orang-orang desa ini menyodorkan Nasrudin sebagai wakil orang-orang yang bijak di desa tersebut. Nasrudin dipaksa berhadapan dengan tiga orang bijak itu dan di sekeliling mereka berkumpullah orang-orang desa menonton [...]

Read More...

Nasruddin dan BBM.

Nasruddin sedang mengendarai untanya ketika segerombolan mahasiswa melakukan aksi demonstrasi penolakan atas kenaikan BBM. Ia bergumam kepada untanya ?Untung kamu tidak suka minum BBM!?

Read More...

Kera Tahan Bau Nasruddin.

Istri Nasruddin menginginkan binatang piaraan, maka ia membeli seekor kera. Nasruddin tidak senang. “Apa makanannnya?” tanyanya. “Sama dengan yg kita makan”, jawab istrinya. “Dimana kera itu akan tidur?” “Di tempat tidur kita, bersama kita.” “Bersama kita? Baunya bagaimana?” “Kalau saya saja betah dengan bau itu, saya kira kera juga tahan”.

Read More...
CopyRight 2011 - CeritaLucu.org