Twitter
YouTube
Facebook

Archive for the ‘Cerita lucu Sufi’ Category


Sedih Karena Keledai Mati.

“Huuu… huuuu…” “Ada apa, Nasrudin?” “Aku sedih sekali hari ini. Istriku sakit.” “Oh, aku kira, keledaimu yang sakit.” “Ya, memang betul. Tapi aku sedang melatih diriku agar terbiasa menghadapi kejutan dengan tahapan yang mudah dulu.”

Read More...

Memakai Pakaian Kabung.

Nasrudin sedang berjalan di sepanjang jalan dengan mengenakan jubah berwarna biru tua ketika seseorang bertanya: “Mengapa engkau berpakaian seperti ini, Nasrudin? Apa ada yang meninggal?” “Ya,” kata sang Mullah, “Kan bisa saja terjadi kematian, tanpa kita diberi tahu.”

Read More...

Nasrudin Ditangkap Waktu Perang.

Ketika perang Salib, Nasrudin tertangkap dan dikenai kerja paksa di sebuah parit dekat benteng Aleppo. Kerja paksa itu, begitu melelahkan sehingga sang Mullah sering kali berkeluh kesah. Suatu hari, seorang pedagang yang mengenalnya lewat di jalan tempatnya bekerja, dan kemudian menebus sang Mullah dengan tiga puluh uang keping perak. Nasrudin dibawa pulang oleh sang pedagang, [...]

Read More...

Memberi Nasihat Gratis.

Suatu hari Nasrudin pergi ke rumah hartawan untuk mencari dana. “Bilang sama tuanmu,” kata Nasrudin kepada penjaga pintu gerbang, “Mullah Nasrudin datang, mau minta uang.” Sang penjaga masuk, dan kemudian ke luar lagi. “Aku khawatir, jangan-jangan, tuanku sedang pergi,” katanya. “Ke sini. Ini ada pesan untuk tuanmu,” kata Nasrudin. “Meskipun ia belum memberi sumbangan, tapi [...]

Read More...

Menghabiskan Halwa Masakan Istri.

Suatu hari Nasrudin meminta istrinya untuk memasak halwa, masakan dari daging yang diberi bumbu dengan rasa manis. Istrinya memasak makanan itu dalam jumlah besar, dan Nasrudin hampir saja menyantap habis seluruhnya. Malamnya, ketika mereka berdua sudah hampir lelap tertidur, Nasrudin mengguncang-guncang tubuh istrinya. “Eh, aku ada gagasan bagus.” “Apa itu?” “Bawa dulu ke sini sisa [...]

Read More...

Tidak Ikhlas Menolong.

Tidak etis jika kita selalu menyebut-nyebut pertolongan yang kita berikan kepada orang lain. Nasrudin hampir saja terjatuh ke dalam sebuah kolam. Tapi seseorang yang tidak terlalu dikenalnya berada di dekat tempat itu dan kemudian menolongnya. Setelah itu, setiap kali orang itu bertemu dengan Nasrudin, ia selalu mengingatkan kebaikan yang pernah dilakukannya terhariap sang Mullah. Suatu [...]

Read More...

Umur yang Konsisten.

“Berapa umurmu, Nasrudin?” “Empat puluh.” “Lho? dulu, kau menyebut angka yang sama ketika aku menanyakan umurmu itu, dua tahun yang lalu?” “Ya, aku memang selalu berusaha konsisten dengan apa yang pemah kukatakan.” “Oh, begitukah cara menepati omongan?” “Masak kau nggak tahu?”

Read More...
CopyRight 2011 - CeritaLucu.org