Twitter
YouTube
Facebook

Archive for the ‘Cerita lucu Sufi’ Category


Anak Kecil yang Kurang Ajar.

Nasrudin biasa duduk-duduk di teras sebuah warung kopi. Suatu hari, seorang anak kecil laki-laki berlari di hadapannya sambil memukul kepala Nasrudin sehingga sorbannya melayang. Tapi sang Mullah tidak bereaksi apa-apa. Hal yang sama terjadi terus selama beberapa hari. Yang selalu dilakukan sang Mullah adalah mengambil sorbannya yang terjatuh dan mengenakannya kembali. Seseorang bertanya kepada Nasrudin [...]

Read More...

Tidak ada Yang Menawarkan Keledai Pengganti.

“Engkau memang telah kehilangan keledaimu, Mullah. Tetapi tidak perlu bersedih, lebih sedih dibanding ketika engkau kehilangan istrimu.” “Ah, kalau saja kalian ingat. Ketika aku kehilangan istriku, kalian semua warga kampung berkata: ‘Kami akan mencari pengganti untukmu’. Tapi coba sekarang, ketika keledaiku mati tak seorang pun yang menawarkan penggantinya.”

Read More...

Menggunakan Dua Alternatif.

Seorang teolog sakit. Ia mendengar bahwa Nasrudin itu searang mistikus. Dan dalam keadaannya yang setengah sadar, ia merasa ada sesuatu di dalam dirinya. Akhirnya ia dikirim kepada Nasrudin. “Buatkan do’a yang bisa membuatku memasuki dunia lain, Mullah,” katanya. “Bukankah engkau terkenai pandai dalam berhubungan dengan dimensi lain.” “Dengan senang hati,” kata Nasrudin. “Tuhan tolonglah aku. [...]

Read More...

Makan Sop Bebek.

Nasrudin memandang beberapa ekor bebek yang kelihatannya akan lezat bila dimasak. Mereka sedang bersenang-senang di sebuah kolam. Ketika Nasrudin mencoba menangkapnya, bebek-bebek itu terbang. Setelah itu ia celupkan beberapa patong roti ke dalam air dan kemudian melahapnya. Beberapa orang yang lewat bertanya apa yang ia lakukan itu. “Aku sedang makan sop bebek,” jawab Nasrudin kalem.

Read More...

Menolong Bulan.

Ketika sedang berjalan-jalan, Nasrudin melewati sebuah sumur yang membuatnya ingin melihat ke dalamnya. Ketika itu hari mulai malam. Waktu Nasrudin menatap air dalam sumur itu, ia melihat bulan di sana. “Aku harus menyelamatkan bulan!” pikir Nasrudin. “Jika tidak, ia tidak akan pernah beranjak, dan bulan puasa tidak akan pemah berakhir.” Akhirnya, ia mendapatkan seutas tali, [...]

Read More...

Kehilangan Sorban.

Suatu hari Nasrudin kehilangan sehelai sorbannya yang bagus dan berharga mahal. “Kamu tidak sedih Nasrudin?” seseorang bertanya kepadarzya. “Tidak. Aku optimistis, kok. Kau sendiri lihat, aku telah menawarkan hadiah setengah sekeping uang perak bagi siapa saja menemukannya.” “Tapi penemunya, tentu, tidak akan mengembalikan sorbanmu. Habis, hadiahnya tidak sebanding dengan nilai sorban yang seratus kali lipat [...]

Read More...

Siapa yang Salah Kalau Kecurian.

Suatu hari Nasrudin dari istrinya pulang dan mendapati rumah mereka telah dimasuki pencuri. Segala sesuatu yang berguna dibawa kabur sang pencuri, “Ini semua salahmu.” kata istrinya, “karena kamu selalu merasa yakin bahwa pintu rumah sudah terkunci sebelum kita pergi” Para tetangga juga turut berkomentar: “Kamu sih tidak mengunci pintu-pintu,” ujar seorang tetangga. “Heran. Kenapa kamu [...]

Read More...
CopyRight 2011 - CeritaLucu.org