Twitter
YouTube
Facebook

Archive for the ‘Cerita lucu Sufi’ Category


Beasiswa Perguruan Tinggi

Bagi yang berminat untuk mendapatkan beasiswa dapat menyimak informasi sebagai berikut : Syarat-syarat – Laki-laki – Usia tidak lebih dari 45 tahun – Memiliki kesabaran tinggi – Sehat tubuh dan jasmani – Memiliki kemauan keras – Harus menempuh pendidikan minimal 8 tahun Pendaftaran dapat dilakukan mulai hari ini di : Sekretariat STPDN Jawa Barat Syarat [...]

Read More...

Radio Yogyakarta

Ada seorang kakek yang lagi mengunjungi cucunya yang sedang kuliah di Jakarta. Tapi hanya 2 hari, si kakek udah mengelu bosan kepada cucunya. “Ada apa kek, kok kelihatannya bete aja?” tanya cucu. “Kakek kepingin pulang, ambil radio kakek!” keluh si-kakek. “Memang-nya kenapa dengan radio itu kek…?” tanya cucu. “Radio ini nggak ada saluran “REDJO BUNTUNG”, [...]

Read More...

Kebijaksanaan dari Toko Sepatu.

Nasrudin diundang menghadiri sebuah pesta perkawinan. Sebelumnya, di rumah orang yang mengundang itu, ia pernah kehilangan sendal. Karenanya sekarang ia tidak lagi meninggalkan sepatunya di dekat pintu masuk, tapi menyimpannya di balik jubahnya. “Buku apa itu di dalam sakumu?” tanya tuan rumah kepada Nasrudin. “Ha, mungkin dia sedaang mencari-cari sepatuku,” pikir Nasrudin, “untung aku dikenal [...]

Read More...

Bersembunyi Dari Pencuri.

Suatu malam seorang pencuri membobol rumah Nasruddin. Untung saja Nasruddin melihatnya. Karena takut, dengan cepat Nasruddin bersembunyi di dalam sebuah kotak besar yang terletak di sudut ruangan. Si pencuri sedang mengaduk-aduk isi rumah Nasruddin mencari uang ataupun barang berharga yang dimiliki Nasruddin. Dia membuka lemari, laci-laci, kolong-kolong, dan lain-lain. la tapi tidak menemukan satu pun [...]

Read More...

Ujian Menebak Isi Tangan.

“Menurut pandangan umum, para Sufi itu gila,” gumam Nasrudin. “Menurut para orang bijak, mereka benar-benar penguasa dunia. Aku akan mengeceknya, supaya aku sendiri bisa yakin mana yang benar.” Kemudian ia melihat seseorang yang tinggi besar, mengenakan jubah seperti seorang Sufi Akldan. “Sahabat,” kata Nasrudin, “aku ingin membuat sebuah percobaan untuk menguji kekuatan jiwamu, dan juga [...]

Read More...

Tampak Seperti Engkau.

Suatu hari Nasrudin, sambil berdiri di dekat lapangan sebelah pasar, dengan sepenuh hati melantunkan sebuah syair: “O, cintaku! Keseluruhan diriku begitu terliputi oleh-Mu Segala yang ada di hadapanku Tampak seperti Engkau!” Tiba-tiba seorang pelawak berteriak: “Bagaimana jadinya jika ada orang dungu di depan matamu?” Tanpa berhenti, sang Mullah terus membaca syairnya: “…Tampaknya seperti Engkau!” “Heh?”

Read More...

Perlakuan Sama Tapi Hasil Berbeda.

“Segala sesuatu yang ada harus dibagi sama rata,” ujar seorang filsuf di hadapan sekelompok orang di warung kopi. “Aku tak yakin, itu akan terjadi,” ujar seseorang yang selalu ragu. “Tapi, pernahkah engkau memberi kesempatan?” menimpali sang filsuf. “Aku pernah!” teriak Nasrudin. “Aku beri istriku dan keledaiku perlakuan yang sama. Mereka memperoleh apa yang betul-betul mereka [...]

Read More...

Anak Kecil yang Kurang Ajar.

Nasrudin biasa duduk-duduk di teras sebuah warung kopi. Suatu hari, seorang anak kecil laki-laki berlari di hadapannya sambil memukul kepala Nasrudin sehingga sorbannya melayang. Tapi sang Mullah tidak bereaksi apa-apa. Hal yang sama terjadi terus selama beberapa hari. Yang selalu dilakukan sang Mullah adalah mengambil sorbannya yang terjatuh dan mengenakannya kembali. Seseorang bertanya kepada Nasrudin [...]

Read More...

Tidak ada Yang Menawarkan Keledai Pengganti.

“Engkau memang telah kehilangan keledaimu, Mullah. Tetapi tidak perlu bersedih, lebih sedih dibanding ketika engkau kehilangan istrimu.” “Ah, kalau saja kalian ingat. Ketika aku kehilangan istriku, kalian semua warga kampung berkata: ‘Kami akan mencari pengganti untukmu’. Tapi coba sekarang, ketika keledaiku mati tak seorang pun yang menawarkan penggantinya.”

Read More...

Menggunakan Dua Alternatif.

Seorang teolog sakit. Ia mendengar bahwa Nasrudin itu searang mistikus. Dan dalam keadaannya yang setengah sadar, ia merasa ada sesuatu di dalam dirinya. Akhirnya ia dikirim kepada Nasrudin. “Buatkan do’a yang bisa membuatku memasuki dunia lain, Mullah,” katanya. “Bukankah engkau terkenai pandai dalam berhubungan dengan dimensi lain.” “Dengan senang hati,” kata Nasrudin. “Tuhan tolonglah aku. [...]

Read More...
CopyRight 2011 - CeritaLucu.org