Situs Humor Untuk Dewasa
Ada seorang wanita cantik namanya Sisca, ia pergi ke sebuah klinik. Sesampainya disana sang Dokter tampan itu menyuruhnya berbaring untuk di periksa di lubang telinganya.
Tiba-tiba lampu mati.
Dokter : “Nona, tolong tuntun telunjuk saya ke lubang telinga Anda.”
Sisca : “Baik, Dok!”
Tak lama kemudian Dokter itu berkata : “Nona, seingat saya lubang telinga Anda tidak sebesar ini.”
Sisca : “Benar, Dok! Tapi seingat saya telunjuk Dokterpun tidak sebesar ini…”
Setelah peristiwa 27 Juli 1996 yang lalu, ada khabar santer bahwa “Megawati tidak mau dipanggil Pak Harto”, kata seorang teman.
Wah buru-buru kita menganalisa mengapa keadaan menjadi begitu runyam, dan analisa dari kejadian lalu hingga sekarang, sampai terjadi diskusi yang berkepanjangan.
Tiba-tiba teman yang melontarkan gosip tersebut menengahi dan menginformasikan bahwa memang benar demikian adanya, sebab pertama ialah Megawati seorang Ibu jadi tidak mau dipanggil Pak,
kedua bahwasannya namanya Megawati dan bukan Harto, jadi dia hanya mau dipanggil Ibu Mega atau mBak Mega dan bukan Pak Harto.
Senayan sempat gempar, ketika terdengar isu mengenai reorganisasi yang akan dilakukan disana. Menurut rencana akan dibentuk Komisi baru, dan ternyata banyak diantara mereka yang mau pindah bagian. Komisi yang dimaksud adalah :
- Komisi BENERAN
Sebuah bis penuh dengan para politikus, keluar dari jalan dan menabrak sebuah pohon besar di ladang petani tua.
Setelah menyelidiki apa yang terjadi, petani tua itu menggali sebuah lubang dan mengubur mayat politikus-politikus itu.
Beberapa hari kemudian, seorang sherif lokal lewat dan bertanya kepada petani tua itu, “Apakah mereka semua mati?”
Petani tua itu menjawab,
“Begini : beberapa dari mereka berkata, bahwa mereka belum mati. Tapi Anda ‘kan tahu betapa seringnya politikus itu berbohong.”
Kepolisian, ABRI, dan badan intelijen BIA saling menyombongkan bahwa merekalah yang terbaik dalam menangkap penjarah yang sedang marak saat sekarang. Pemerintah merasa perlu untuk
melakukan tes terhadap hal ini.
Dilepaskan seekor kelinci ke dalam hutan dan ketiga kelompok pengikut tes di atas harus berusaha menangkapnya.
BIA masuk ke hutan. Mereka menempatkan informan-informan di setiap pelosok hutan itu. Mereka menanyai setiap pohon, rumput, semak dan binatang di hutan itu. Tidak ada pelosok hutan yang tidak di interogasi. Setelah satu bulan penyelidikan hutan secara menyeluruh akhirnya BIA
mengambil kesimpulan bahwa kelinci tersebut tidak pernah ada, alias hanya isu.
ABRI masuk ke hutan. Setelah satu bulan kerja tanpa hasil, merekaakhirnya kehilangan kesabaran dan membakar hutan sehingga setiapmakhluk hidup didalamnya terpanggang tanpa terkecuali. Akhirnya
kelinci tersebut diketemukan dalam kondisi hitam legam, mati… tentu saja.
Polisi masuk hutan. Dua jam kemudian, mereka keluar dari hutan sambil membawa seekor tikus putih yang telah hancur-hancuran badannya dipukuli.
Tikus putih itu berteriak-teriak :
“YA…. YA…. SAYA MENGAKU ! SAYA KELINCI ! SAYA KELINCI !”
Orang Madura terkenal dengan sifat fanatismenya, salah satunya bisa disimak dari cerita ( –yang sengaja dianekdotkan– ) berikut ini :
Ada orang Madura ditanya siapa Presiden Republik Indonesia :
P : “Siapa Presiden RI ?”
M : “Bung Karno ..!!”
P : (dengan heran bertanya lagi ) “Siapa presiden Indonesia ?”
M : “Soekarno …!!!”
P : “Lho koq bisa begitu…, khan Presiden RI sekarang Pak Harto ..?!?”
M : “Siapa bilang.., Pak Harto itu khan cuma PENGGANTINYA ..?!!?”
Tim arkeologi dari Amerika, Inggris dan Indonesia tersesat di lorong
di bawah sebuah piramida kuno di Mesir. Tiba-tiba sebuah mumi
berusia ribuan tahun bangkit dan mendekati ketiga antropolog yang
kontan jadi pucat pasi.
” Hai, manusia. Siapa kalian dan dan mana asalmu ? ” ujar mumi
dengan suara menggelegar.”Nama saya Michael, Tuan Mumi. Saya
dari Amerika Serikat sebuah negara adidaya, ” ujar sang arkeolog
Amerika dengan membusungkan dadanya.
” Hah… Amerika ? Aku tak kenal negerimu. Kalau kamu dari mana ?,
” tanya mumi kepada arkeolog berkulit putih satunya.
” Saya dari Inggris, Tuan Mumi. Nama saya Charles, ” jawab arkeolog
asal Inggris.
” Inggris ? Di mana negeri itu ?, tanya mumi.
” Inggris adalah sebuah negeri yang memiliki jajahan paling banyak
di dunia, ” ujar si Inggris menyombongkan diri.
” Maaf, aku tak kenal bangsamu ! Hei, kamu orang pendek dan berkulit
sawo matang! Dari mana asalmu ? ” tanya mumi.
” Tuan Mumi, nama saya Sugeng asal Indonesia, ” jawab sang arkeolog
Indonesia.
” Haaa..? ! Kamu dari Indonesia ? ” tanya mumi sambil memerintahkan
agar arkeolog asal Indonesia lebih mendekat padanya,
“Omong-omong Soeharto masih jadi presiden ? ! “
Cerita ini terjadi di kalangan angota dewan yang terhormat seorang anggota dewan pada suatu siang ditelepon oleh seorang perempuan suara disana berkata”selamat siang bapak anggota dewan”, dari suarannya perempuan itu masih muda
“siang”,”ini siapa yahh??”.tanya angota dewan itu
“saya ane , yang pernah tidur bersama bapak waktu itu”
“hah???”,terdengar penasaran
“klo bapak tidak ingin rahasia itu terbongkar bapak harus memberi
saya uang tutup mulut”,
“ok baiklah ” jawab anggota dewan itu pasrah … kemudian dia berpikir dimana dia pernah meniduri wanita tersebut. Beberapa hari kemudian si anggota dewan itu menyerahkan sejumlah uang di suatu tempat yang telah ditentukan. Tetapi setelah beberapa hari kemudian wanita itu menelepon lagi dan memintakan hal yang sama, dan anggota dewan yang terhormat itu mengabulkan lagi permintaannya tetap dengan penasaran. Setelah beberapa minggu kemudian wanita itu meminta lagi hal yang sama dengan ancaman yang sama.
Akhirnya dengan pasrahnya anggota dewan tersebut mengabulkannya tetapi pada akhir pembicaraan si anggota dewan bertanya lagi ….” ok lah, aku kabulkan tapi jangan bikin penasaran gitu dong. Saya cuman mo tanya emangnya kita pernah tidur bersama dimana??”
wanita itu menjawab dg lembutnya “kita khan pernah tidur bersama pada waktu pak HARTO membacakan pidatonya di GEDUNG DPR”
Alkisah pernah suatu ketika pada waktu AS dipimpin oleh Presiden Ronald Reagan, Presiden Soeharto dan Ny melakukan kunjungan kenegaraan ke sana. Selama di AS mereka berdua diinapkan di gedung putih.
Pada suatu malam, Ibu Tien kelaperan (barangkali karena suhu udara sangat dingin). Lalu diam-diam ia pergi keluar menuju ke dapur sambil membawa sebungkus indomie untuk dimasak. Seluruh peralatan dapur di sana sangat canggih dan modern, sehingga sangat ringan.
Berhubung Ibu Tien belum pernah menggunakannya maka sewaktu memasak mengeluarkan bunyi berkelontangan. Karena suara-suara tersebut maka bangunlah Ronald Reagan dan mencek siapa yang tengah malam begini masak. Waktu ia sampai di dapur ia melihat Ibu Tien sedang asyik memasak mi kuah. Ketika Ibu tien sadar bahwa Tuan rumah ada di dekatnya, maka sebagai sopan santun berkatalah ia : “Do you like ‘mi’ sir?
Still hot.”
Reagan’s reply : “No thanks, I’ll pass.”
Pada waktu krisis ekonomi mulai melanda Indonesia Soeharto menyempatkan diri berkeliling diatas seluruh Indonesia untuk melihat secara langsung penderitaan rakyat Indonesia. Dengan mengendarai pesawat pribadinya dan dengna ditemani sang putri tersayang Tutut, Soeharto mulai terbang mengelilingi Indonesia.
Dalam perjalanan tersebut Soeharto melihat memang rakyat banyak sekali yang menderita terutama di daerah terpencil, maka Soeharto merasa tergugah rasa ibanya dan iapun berkata kepada Tutut, nak gimana kalau kita terbang lebih rendah dan melemparkan banyak uang ada gambar Bapak kepada rakyat sehingga mereka bisa membeli makanan dan kebutuhan mereka yang lain, selain itu mereka akan selalu mengingat kebaikan bapak karena kan mereka melihat gambar bapak yang ada di uang tersebut.
Tutut hanya diam saja mendengar usul dari bapaknya tersebut.
Soeharto melihat hal tersebut berkata lagi kepada anaknya, “Jangan kuatir,
Tut, kan uang kita masih banyak utnuk kita sekeluarga, jadi walaupun kita
bagikan beberapa ratus juta kita tidak akan kekurangan dan lagipula rakyat
akan semakin mendukung Bapak sehingga kita akan memperoleh keuntungan yang lebih banyak dari yang kita keluarkan.”
Tutut masih diam bahkan ia mulai mengerutkan kening tanda berpikir.
Soeharto melihat hal tersebut berkata,” Kenapa kamu masih ragu Tut.”
Tutut mulai berkata dengan pelan, “Tapi pak, kalau saya lihat, kayaknya… ”
Soharto berkata,”kayaknya apa nak ?”
Tutut berkata dengan sangat hati-hati,”Kayaknya…, Rakyat akan lebih
senang kalau…Bapak yang terjun kebawah …”
