Bos yang kualat
Pada suatu waktu,ada seorang pengusaha kaya dan sukses,ia berpenghasilan cukup bahkan tergolong konglomerat,kerjaanya sehari hari hanya bersenang senang,berfoya foya dan bermain perempuan,ia memiliki pembantu,katanlah sumijem-_- ,pada suatu hari , pengusaha itu telah pulang kerja dan kembali ke rumah yang dia diami berdua hanya dengan pembantunya (belom kimpoi gan) setelah lelah dan penak seharian penuh bekerja,dan juga sehabis ke diskotik bersenang senang dengan kupu” malam,seketika itu ia merasa haus,ia lalu berteriak memanggil sumijem, “IJEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEM” teriaknya,dengan napas terengah engah sumijem pun lari terkocar kacir untuk segera melayani tuannya,ia berkata “ada apa tuan,mau minum ya?” tuan pun menjawab,”iya,cepat sana ambil”
sumijem pun lalu mengambil segelas air putih,ternyata si bos bermaksut untuk menikmati tubuh **pyudara** si sumijem yang montok dan toge,karena mabuk,sumijem pun kembali ke tuannya,”nih tuan minumnya” tuan pun menjawab ” loh? kok aer putih sih!? bego kamu! sambil menunjuk tuan berkata”makanya mikir pake otak jangan pake dengkul!” , saya mau minum ,minum langsung dari susu kamu!” sumijem merasa nyawa dan harga dirinya terancam,lalu ia pun berbicara ” maaf tuan,saya bukan bermaksut kurang ajar,tapi tolong,hargailah derajat saya” lalu si bos tanpa banyak omong memecat sumijem,hari demi hari si bos stres,lalu ia jatuh miskin,seketika itu,ia banyak kehilangan harta,ia jatuh miskin dan menjadi pengemis,pada suatu hari,si bos yang dulunya kaya raya,bertemu dengan sumijem,sumijem kini telah menjadi kaya raya,dan banyak uang,lalu bertanya “maaf,anda sumijem kan?” iya , jawab sumijem, lalu ditanya kembali “kamu kok bisa jadi kaya? omongan kamu benar,kamu akan membalas saya” lalu sumijem menjawab ” waktu itu kan kamu sebut saya BODOH ! “FIKIR PAKE OTAK jangan PAKE DENGKUL , nah sekarang itulah yang membuat saya menjadi kaya seperti sekarang,kata si mantan bos ” memangnya apa ?!” , sambil menunjuk , sumijem pun berkata,”makanya mikir pake Ms.V jangan pake OTAK ! ” , (sumijem menjadi pelacur)


